
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan susunan Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10/2026). Dalam perubahan tersebut, Bahlil Lahadalia mendapat penugasan sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi sekaligus menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hingga ditetapkannya Menteri ESDM definitif.
Perubahan tersebut sekaligus ditandai dengan pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi, yang menggabungkan koordinasi kebijakan hilirisasi dan sektor energi dalam satu kementerian koordinator. Sebelumnya, agenda hilirisasi dan energi berada dalam koordinasi kementerian yang berbeda.
Bahlil sebelumnya menjabat sebagai Menteri ESDM. Menjelang pelantikan di Istana Kepresidenan Jakarta, Bahlil membenarkan bahwa dirinya mendapat penugasan untuk menjadi Menko sekaligus menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM. Ia menyebut penugasan tersebut sebagai amanah Presiden.
Dengan posisi barunya, Bahlil akan mengoordinasikan kebijakan pemerintah di bidang hilirisasi dan energi, sementara untuk sementara tetap menangani Kementerian ESDM sampai ditetapkannya menteri definitif. Perubahan struktur tersebut berkaitan dengan agenda pemerintah dalam mendorong peningkatan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Sarmuji Resmi Jadi Menteri Perindustrian

Dalam reshuffle yang sama, M. Sarmuji resmi menjadi Menteri Perindustrian, menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Sarmuji sebelumnya merupakan anggota DPR RI dan terakhir menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI yang membidangi antara lain perdagangan, kawasan perdagangan, persaingan usaha, dan BUMN.
Sarmuji juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar. Ia telah menjadi anggota DPR RI selama tiga periode, yakni 2014–2019, 2019–2024, dan 2024–2026.
Dari sisi pendidikan, Sarmuji merupakan lulusan Manajemen Universitas Jember (Unej) pada 2000 dan kemudian menyelesaikan pendidikan pascasarjana bidang Ilmu Administrasi di Universitas Indonesia (UI) pada 2005.
Sebagai Menteri Perindustrian, Sarmuji kini akan menangani kementerian yang memiliki peran dalam pengembangan sektor industri nasional. Pergantian ini sekaligus mengakhiri masa jabatan Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Menteri Perindustrian dalam Kabinet Merah Putih.
Perubahan posisi Bahlil dan Sarmuji menjadi bagian dari rangkaian reshuffle kabinet pada 1 Oktober 2026, yang juga mencakup sejumlah pergantian jabatan strategis lainnya di pemerintahan.
