JAKARTA – Presiden memberikan respons tegas menanggapi insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi. Selain memerintahkan penanganan korban secara maksimal, Kepala Negara menyoroti pentingnya modernisasi infrastruktur, termasuk pembangunan jalan layang (flyover), guna meminimalisir risiko kecelakaan di masa depan.
“Saya sampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa kepada pemerintah dan kita akan segera melakukan investigasi,” ujar Presiden dalam keterangan persnya.
Dukungan Pembangunan Infrastruktur Keselamatan
Menanggapi tingginya risiko kecelakaan di perlintasan sebidang wilayah Bekasi, Presiden secara khusus memberikan lampu hijau bagi percepatan pembangunan infrastruktur pendukung:
- Pembangunan Flyover dan Underpass: Presiden mendukung penuh usulan pembangunan lebih banyak flyover di titik-titik rawan Bekasi. Hal ini bertujuan agar jalur kereta api dan arus kendaraan bermotor tidak lagi saling berpotongan secara langsung.
- Pemisahan Arus Lalu Lintas: Dengan adanya flyover, risiko tabrakan di perlintasan dapat dieliminasi secara signifikan, sekaligus membantu mengurai kemacetan yang kerap terjadi saat kereta melintas.
- Kolaborasi Anggaran: Presiden menginstruksikan Kementerian PUPR untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah guna memetakan titik krusial yang memerlukan penanganan darurat.
“Karena Bekasi ini padat ya, dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat-sangat mendesak, jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden,” pungkasnya.
