JAKARTA, 28 April 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa lesu pada perdagangan Selasa (28/4). Di tengah harapan pemulihan, indeks justru terjun bebas melampaui 1% ke level 7.032,98, sebuah kondisi yang sangat kontras dengan proyeksi bombastis Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menargetkan IHSG menembus 28.000 pada tahun 2030.
Kinerja Pasar Hari Ini: Aksi Jual Masif
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tekanan jual yang signifikan sejak pembukaan sesi I. Berikut adalah ringkasan performa pasar per pukul 11.00 WIB:
- Posisi Terendah: IHSG sempat menyentuh level 7.032,98, turun 1,04% dari penutupan sebelumnya.
- Pemicu Utama: Saham-saham heavyweight seperti Amman Mineral (AMMN) dan sektor perbankan (BBCA, BBRI) menjadi pemberat utama menyusul aksi profit taking dan kekhawatiran eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang melambungkan harga minyak.
- Sentimen Global: Ketidakpastian suku bunga Bank of Japan (BoJ) dan ketegangan di Selat Hormuz membuat investor asing cenderung melakukan net sell.
Prediksi “Gila” Purbaya: Target 28.000 di 2030

Pelemahan hari ini menjadi ironi setelah pernyataan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (27/4) di Gedung BEI. Purbaya secara optimistis memproyeksikan IHSG akan tumbuh 4 hingga 5 kali lipat dari posisi saat ini dalam fase ekspansi ekonomi 2029-2030.
“Let’s say sekarang 7.000 lah. Ekspansi kita akan berlangsung sampai 2029-2030. Saya bilang bisa 4-5 kali lipat. Bisalah 28.000 paling sial,” ujar Purbaya dalam peresmian program PINTAR Reksa Dana.
Meskipun visi menuju 2030 memberikan optimisme bagi pemegang saham jangka panjang, kondisi IHSG hari ini menjadi pengingat bagi publik bahwa pasar modal selalu penuh dengan dinamika yang tak terduga. Tantangan hari ini menunjukkan bahwa perjalanan menuju angka 28.000 akan menjadi jalan terjal yang penuh dengan koreksi tajam.
