Zita Anjani, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata
JAKARTA – Lonjakan signifikan pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, tengah menjadi sorotan. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, total kekayaan putri dari Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, ini tercatat melonjak tajam hingga lebih dari 1.000 persen, seiring dengan perpindahan tugasnya dari ranah legislatif ke eksekutif.
Berdasarkan data terbaru dari LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) per Selasa (16/6), lompatan finansial Zita terlihat sangat kontras jika dibandingkan saat ia masih duduk di kursi parlemen daerah.
Lompatan Finansial dalam Dua Tahun
Pada tahun 2023, saat masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita melaporkan total kekayaan sebesar Rp9,16 miliar. Namun, dalam laporan periodik tahun 2025 setelah mengemban amanah sebagai Utusan Khusus Presiden, posisinya melesat menjadi Rp109,32 miliar.
Terjadi pertumbuhan sebesar Rp100,16 miliar atau meningkat sekitar 1.093 persen hanya dalam waktu dua tahun.
Tren kenaikan ini terpantau bergerak masif dalam waktu singkat sejak akhir 2024:
- November 2024 (Awal Dilantik): Rp47,65 miliar.
- Akhir Tahun 2024: Naik menjadi Rp89,75 miar.
- Laporan Periodik 2025: Menembus Rp109,32 miliar.
Rincian Aset: Didominasi Properti dan Kendaraan Mewah

Merujuk pada dokumen resmi LHKPN 2025, akumulasi kekayaan Zita bersumber dari sejumlah sektor aset di bawah ini:
- Tanah dan Bangunan (Rp52,29 Miliar): Menjadi porsi aset terbesar yang mencakup 8 bidang tanah dan bangunan di wilayah Depok, Lampung Selatan, dan Jakarta Timur.
- Alat Transportasi dan Mesin (Rp4,403 Miliar): Koleksi kendaraan premium, termasuk Toyota Alphard (2014), Toyota Alphard 2.5 G AT (2021), serta satu unit SUV mewah Lexus LM350H (2023).
- Harta Bergerak Lainnya: Rp32,3 miliar.
- Surat Berharga: Rp11,88 miliar.
- Kas dan Setara Kas: Rp6 miliar.
- Harta Lainnya: Rp2,44 miliar.
Menariknya, di tengah kepemilikan berbagai aset bernilai jumbo tersebut, Zita tercatat bersih dari utang. Tanpa adanya potongan kewajiban finansial atau utang piutang, seluruh nilai aset yang dilaporkan tersebut murni menjadi total kekayaan bersih miliknya.
