Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
Jakarta — Kabar mengejutkan datang dari otoritas moneter tanah air. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, secara resmi memutuskan untuk melepaskan jabatannya terhitung pada Senin (27/7).
Keputusan mundurnya nakhoda bank sentral ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dalam sesi konferensi pers yang digelar di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin pagi.
Menurut Prasetyo, surat permohonan pengunduran diri tersebut telah diserahkan dan diterima secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada akhir pekan lalu.
“Per kemarin, secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden,” ungkap Prasetyo di hadapan para awak media.
Ia juga menambahkan bahwa kepala negara telah menerima surat tersebut serta menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kontribusi besar yang telah diberikan oleh Perry selama memimpin bank sentral.
“Bapak presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo dan disertai ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian beliau selama 7 tahun lamanya,” imbuh Prasetyo.
Rekam Jejak dan Karier Panjang di Bank Indonesia
Perry Warjiyo bukanlah sosok baru di dunia keuangan dan perbankan nasional. Pria kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah, pada tahun 1959 ini telah mendedikasikan sebagian besar kariernya di Bank Indonesia melalui berbagai posisi strategis.
- Periode Kepemimpinan: Perry pertama kali dipercaya sebagai Gubernur Bank Indonesia untuk masa bakti 2018–2023. Berkat kinerjanya, ia kembali dikukuhkan untuk memimpin lembaga tersebut pada periode kedua untuk rentang waktu 2023–2028 sebelum akhirnya memilih mundur di tengah jalan.
- Karier Struktural: Jauh sebelum menduduki kursi nomor satu di BI, Perry pernah mengemban amanah sebagai Deputi Gubernur BI periode 2013–2018.
- Peran Strategis: Ia juga sempat menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk bidang kebijakan moneter, makroprudensial, dan internasional, serta dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI pada kurun waktu 2009–2013.
Latar Belakang Pendidikan
Dari sisi akademis, ekonom senior ini memiliki rekam jejak pendidikan yang kuat di bidang ilmu ekonomi. Perry menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun 1982.
Ia kemudian melanjutkan studi pascasarjana ke Amerika Serikat di Iowa State University, di mana ia sukses meraih gelar Master pada 1989 dan gelar Doktor (Ph.D) pada tahun 1991.
