Menteri HAM RI, Natalius Pigai
JAKARTA — Ketegangan di kancah politik nasional kembali memanas menyusul respons tegas dari Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai. Ia melayangkan peringatan keras kepada Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, agar tidak mengganggu jalannya pemerintahan yang sah saat ini lewat wacana-wacana politik yang spekulatif.
Pernyataan ini merupakan reaksi langsung atas pernyataan kontroversial Budi Arie sebelumnya. Dalam sebuah forum relawan, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu sempat melempar wacana mengenai potensi terjadinya percepatan dinamika politik yang bisa memicu perubahan kekuasaan sebelum jadwal resmi Pemilu 2029. Budi Arie bahkan mengaku telah membisikkan firasat tersebut kepada Presiden Joko Widodo, seraya membandingkan situasi sosial ekonomi saat ini dengan kondisi menjelang era Reformasi 1998.
Seruan Bertarung secara Elegan
Menanggapi manuver tersebut, Natalius Pigai dengan tegas meminta pihak relawan untuk menahan diri dan tidak menciptakan kegaduhan yang dapat mengganggu stabilitas negara. Ia mengajak kubu Projo untuk mengalihkan energi politik mereka pada kontestasi yang konstitusional dan adil di masa depan.
“Kalau mau bertarung, nanti kita bertarung fair. Anda sering menang pemilu, kami sering kalah pemilu, tapi tidak masalah. Kami juga petarung. Siapkan saja 2029 kita akan bertarung fair,” ujar Pigai.

Sebagai sesama figur publik, Pigai juga menyertakan pesan personal yang mengingatkan kembali momen kebersamaan mereka di masa lalu. Ia menegaskan bahwa dirinya adalah seorang pejuang demokrasi dan pembela kemanusiaan yang menjunjung tinggi etika politik, di mana pergantian kekuasaan adalah hal yang biasa, namun stabilitas pemerintahan sebelum waktunya harus tetap dijaga.
“Siapa pun menang bagi kami, hilang kekuasaan itu biasa. Tetapi kami adalah pejuang demokrasi, dan jangan ganggu pemerintah sebelum 2029,” pungkasnya.
