Michael Olise selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Belgia
BRUSSELS — Stadion Roi Baudouin di Kota Brussels, Belgia, menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara dua raksasa sepak bola Eropa dalam lanjutan ajang UEFA Nations League A Grup 1 musim 2026-2027. Berlangsung pada Selasa, 29 September 2026, pertandingan ini menyajikan drama tingkat tinggi, tensi permainan yang ketat, serta kejutan taktis dari kedua juru taktik di pinggir lapangan. Tanpa kehadiran sang kapten sekaligus mesin gol utama mereka akibat cedera yang mendera pada laga kontra Turki sebelumnya, tim nasional Prancis sempat diragukan. Namun, mentalitas juara dan kejeniusan pelatih Zinedine Zidane dalam meracik strategi terbukti ampuh. Adalah pemain pengganti Michael Olise yang keluar sebagai pahlawan kemenangan lewat gol krusialnya di pengujung laga, memastikan Les Bleus membawa pulang tiga poin penuh dari kandang lawan dengan skor tipis 1-0.
Kemenangan dramatis ini tidak hanya memperpanjang tren positif Prancis di kualifikasi grup, tetapi juga melambungkan mereka ke puncak klasemen sementara Grup 1 dengan koleksi enam poin sempurna dari dua pertandingan. Sementara itu, tim nasional Belgia asuhan Mark van Bommel harus rela tertahan di peringkat kedua dengan raihan tiga poin. Pertandingan ini sejak jauh-jauh hari memang diprediksi bakal berjalan ketat, mengingat sejarah rivalitas klasik kedua negara yang selalu menyajikan tontonan berkelas dunia. Kendati tampil di hadapan pendukung lawan yang memadati stadion, Prancis langsung memperlihatkan dominasi total sejak peluit kick-off dibunyikan oleh pengadil lapangan.
Dominasi Lini Tengah dan Ujian Berat Tanpa Sang Kapten
Absennya sang megabintang dan kapten utama akibat cedera memang meninggalkan lubang besar di lini serang Prancis. Akan tetapi, Zinedine Zidane merespons situasi tersebut dengan menurunkan formasi 4-3-3 yang dinamis, mengandalkan mobilitas tinggi di lini tengah yang digalang oleh Eduardo Camavinga, Maghnes Akliouche, dan Lucas Da Cunha. Strategi ini terbukti efektif dalam memegang kendali permainan. Sepanjang 90 menit pertandingan, Les Bleus mencatatkan penguasaan bola yang sangat dominan hingga mencapai 63 persen, berbanding 37 persen milik De Rode Duivels.
Tidak hanya unggul penguasaan bola, lini tengah Prancis juga menunjukkan kedisiplinan luar biasa dalam mengalirkan si kulit bulat. Statistik mencatat bahwa tim tamu mampu melepaskan total 663 operan dengan tingkat akurasi yang mencengangkan, yakni menyentuh angka 94 persen. Dominasi operan pendek dan penguasaan tempo ini membuat lini pertahanan Belgia yang dikomandoi oleh Brandon Mechele dan Joel Ngoy harus bekerja ekstra keras sepanjang pertandingan.
Meskipun demikian, Belgia di bawah arahan Mark van Bommel sama sekali bukan tanpa perlawanan. Mengandalkan skema 4-2-3-1 dengan Kevin De Bruyne sebagai dirijen lapangan tengah, tuan rumah mencoba memanfaatkan kelengahan lini belakang Prancis melalui serangan balik cepat. De Bruyne beberapa kali melepaskan umpan terobosan berbahaya yang merepotkan barisan pertahanan Prancis yang dikawal oleh Pierre Kalulu dan Castello Jacquet. Namun, solidnya koordinasi lini belakang yang dikoordinasikan langsung oleh penjaga gawang berpengalaman, Mike Maignan, membuat setiap upaya lini serang Belgia selalu kandas di sepertiga akhir lapangan.
Ketatnya Babak Pertama dan Sederet Peluang Emas yang Terbuang
Sejak menit-menit awal babak pertama, tempo pertandingan langsung berjalan dengan intensitas tinggi namun tetap dalam koridor kehati-hatian yang tinggi dari kedua kubu. Prancis mencoba mencari celah melalui kecepatan para penyerang sayap mereka. Penyerang muda berbakat, Desire Doue, langsung memberikan ancaman nyata bagi pertahanan Belgia pada menit ke-12. Melakukan aksi solo run yang memukau dengan melewati tiga pemain bertahan lawan sekaligus, Doue melepaskan tembakan terarah yang sayangnya hanya membentur mistar gawang Senne Lammens, membuat pendukung tuan rumah dapat bernapas lega sejenak.
Tekanan demi tekanan terus dilancarkan oleh skuad asuhan Zidane. Pada menit ke-27, giliran Maghnes Akliouche yang mendapatkan peluang emas melalui eksekusi tendangan bebas dari posisi yang cukup ideal. Sayangnya, tendangan melengkung yang dilepaskannya masih mampu dibaca dengan baik oleh penjaga gawang muda Belgia, Senne Lammens, yang tampil cukup gemilang di bawah mistar gawang pada malam itu.
Menjelang turun minum, Belgia mulai keluar dari tekanan dan mencoba balik mengancam. Kevin De Bruyne mulai menemukan ruang gerak dan melepaskan beberapa umpan matang kepada para penyerang sayap. Kendati demikian, hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor kacamata 0-1 tetap tidak berubah. Kedua tim harus puas masuk ke ruang ganti dengan evaluasi mendalam dari masing-masing pelatih.
Drama Babak Kedua: Pergantian Taktis Berbuah Manis
Memasuki paruh kedua pertandingan, intensitas serangan kedua kesebelasan semakin meningkat. Prancis langsung tancap gas untuk memecah kebuntuan. Pada menit ke-54, Lucas Da Cunha nyaris mencatatkan namanya di papan skor ketika tendangan kerasnya dari luar kotak penalti, lagi-lagi, hanya membentur tiang gawang Belgia. Upaya bertubi-tubi dari Desire Doue beberapa menit berselang juga kembali mentah di tangan Senne Lammens yang tampil sigap mengamankan area penaltinya.
Belgia yang tidak ingin tinggal diam di hadapan publik sendiri mulai melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menyegarkan lini serang. Masuknya Dodi Lukebakio menggantikan Tidiane Moreira pada menit ke-63 memberikan warna baru bagi serangan balik tuan rumah. Lukebakio bahkan nyaris membawa Belgia unggul pada menit ke-73 lewat sebuah sepakan keras mendatar yang memaksa Mike Maignan melakukan penyelamatan gemilang untuk membuang bola keluar lapangan.
Melihat kebuntuan yang tak kunjung pecah, Zinedine Zidane melakukan langkah taktis yang jitu pada menit ke-77. Ia menarik keluar Maghnes Akliouche dan Bradley Barcola, lalu memasukkan Rayan Cherki serta Michael Olise. Keputusan brilian ini terbukti menjadi pembeda utama dalam jalannya pertandingan.
Puncak drama terjadi tepat pada menit ke-88, hanya dua menit menjelang waktu normal babak kedua berakhir. Berawal dari skema serangan balik cepat yang rapi, Rayan Cherki melepaskan umpan matang yang diterima dengan sempurna oleh Michael Olise. Pemain anyar tersebut melakukan aksi penetrasi individu dengan menggiring bola melewati kawalan bek lawan sebelum melepaskan tembakan kaki kiri mendatar yang sangat akurat ke pojok bawah gawang Belgia. Senne Lammens, yang sepanjang pertandingan tampil luar biasa, kali ini harus takluk melihat bola bersarang di jaringnya. Gol semata wayang Olise ini langsung disambut sorak-sorai gemuruh dari bangku cadangan Prancis.
Evaluasi Akhir dan Jadwal Lanjutan
Hingga peluit panjang dibunyikan tanda berakhirnya pertandingan, skor 1-0 untuk keunggulan Prancis tetap bertahan. Statistik akhir menunjukkan betapa layaknya Prancis meraih kemenangan ini, dengan total 16 tembakan dilepaskan di mana sembilan di antaranya mengarah tepat ke sasaran, berbanding 10 tembakan milik Belgia.
Dengan hasil positif ini, Prancis kini menatap laga berikutnya dengan penuh percaya diri. Pada pertandingan lanjutan UEFA Nations League mendatang, Belgia dijadwalkan akan bertandang menghadapi ujian berat melawan Turki, sementara Prancis akan bertindak sebagai tuan rumah dengan menjamu Italia di kandang sendiri. Pertandingan melawan Italia tentu akan menjadi ujian yang jauh lebih berat bagi Les Bleus untuk mempertahankan posisi puncak klasemen Grup 1, sekaligus menguji konsistensi performa mereka tanpa kehadiran sang kapten utama.
Susunan Pemain Resmi
Belgia (4-2-3-1):
- Penjaga Gawang: Senne Lammens
- Pemain Bertahan: Timothy Castagne, Joel Ngoy, Brandon Mechele, Joaquin Seys (Maxime De Cuyper 68′)
- Gelandang: Youri Tielemans, Romeo Lavia (Ameen Al-Dakhil / Zeno Debast / Raskin 85′)
- Gelandang Serang: Tidiane Moreira (Dodi Lukebakio 63′), Mika Godts, Kevin De Bruyne (Hans Vanaken 63′)
- Penyerang: Charles De Ketelaere (Mateo Fernandez-Pardo 85′)
- Pelatih: Mark van Bommel
Prancis (4-3-3):
- Penjaga Gawang: Mike Maignan
- Pemain Bertahan: Pierre Kalulu, Sael Kumbedi / Thierno Ballo / Beraldo / Thiaw / Jacquet, Castello Jacquet, Loïc Badé / Lacroix, Souleymane Diouf
- Gelandang: Lucas Da Cunha (Manu Kone 90′), Maghnes Akliouche (Rayan Cherki 77′), Eduardo Camavinga
- Penyerang: Desire Doue, Bradley Barcola (Michael Olise 77′), Alan Kerouedan / Lepaul (Ousmane Dembele 68′)
- Pelatih: Zinedine Zidane
