Kabid Humas Polda MetroJaya, Kombes Pol Budi Hermanto
JAKARTA, 20 OKTOBER 2026 – Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya) menyerukan imbauan secara terbuka kepada seluruh elemen masyarakat dan kelompok massa yang dijadwalkan menggelar aksi penyampaian aspirasi di sejumlah titik krusial Ibu Kota hari ini, Selasa (20/10/2026). Konsentrasi massa diperkirakan berpusat di dua area utama, yakni kawasan Monumen Nasional (Monas) serta Gedung DPR/MPR RI. Polda Metro Jaya menekankan pentingnya menjaga kondusivitas, kedamaian, dan keselamatan bersama agar seluruh ruang publik tetap dapat difungsikan secara seimbang tanpa mengganggu mobilitas harian warga lainnya.
Mendorong Budaya Saling Menghormati di Ruang Publik
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa ruang publik merupakan sarana inklusif milik bersama yang dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat untuk beragam kepentingan. Di saat sebagian warga memanfaatkan ruang publik untuk mengemukakan pendapat, terdapat jutaan warga lainnya yang sedang bekerja, mengejar pendidikan, berdagang, maupun menjalani aktivitas kehidupan harian.
Dalam keterangannya di Markas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menggarisbawahi pentingnya toleransi sosial dan rasa saling mengerti antar sesama pengguna jalan serta fasilitas umum.
“Ruang publik adalah milik kita bersama. Ada masyarakat yang menyampaikan aspirasi, ada pula yang bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Semua memiliki hak yang sama pentingnya dan wajib untuk kita hormati satu sama lain,” tegas Kombes Pol Budi Hermanto, Selasa (20/10/2026).
Jaminan Perlindungan Hukum dan Kewajiban Menjaga Ketertiban
Polda Metro Jaya menegaskan kembali posisi kepolisian sebagai pengayom dan pelayan masyarakat. Penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional yang sah dan dijamin secara penuh oleh perundang-undangan di Indonesia, khususnya UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Oleh karena itu, kehadiran aparat kepolisian di lapangan bukan untuk membatasi atau menghalangi aspirasi, melainkan untuk memastikan bahwa hak tersebut dapat disalurkan secara aman, tertib, dan bebas dari tindakan provokatif.
Kepolisian bertugas menjamin agar aksi menyampaikan aspirasi berjalan aman dan damai, sembari tetap menjaga keselamatan masyarakat umum yang melintas di sekitar lokasi demonstrasi. Sinergi antara peserta aksi dan kepolisian menjadi kunci utama guna mencegah terjadinya benturan atau gangguan keamanan yang tidak diinginkan.
“Penyampaian aspirasi tersebut dilindungi oleh undang-undang, sehingga kepolisian berkewajiban memberikan pelayanan dan perlindungan semaksimal mungkin. Di saat yang sama, kami juga bertanggung jawab menjaga keselamatan masyarakat yang tengah menjalankan aktivitas lainnya. Karena itu, polisi bersama masyarakat harus saling menjaga agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan tertib,” jelas Kombes Pol Budi Hermanto.
Pendekatan Persuasif, Dialogis, dan Perlindungan Fasilitas Publik
Dalam mengawal dinamika penyampaian aspirasi kali ini, Polda Metro Jaya menetapkan standar operasional dengan mengedepankan komunikasi yang humanis, terbuka, dan persuasif. Tim negosiator dan personil pengamanan telah diinstruksikan untuk selalu menjalin koordinasi erat dengan para koordinator lapangan (korlap) aksi. Langkah ini diambil untuk memastikan agar pesan yang ingin disampaikan oleh massa dapat tersalurkan dengan baik tanpa mencederai ketertiban umum.
Selain berfokus pada keselamatan jiwa manusia baik massa pengunjuk rasa maupun masyarakat umum, fokus utama pengamanan juga mencakup perlindungan terhadap fasilitas publik, objek vital nasional, serta pertamanan kota. Kepolisian berharap seluruh peserta aksi dapat menjaga kerapihan dan kerukunan selama berada di lapangan.
Pengaturan Lintas dan Rekayasa Situasional
Untuk mengantisipasi penumpukan volume kendaraan dan potensi kemacetan parah di koridor-koridor utama Jakarta, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah menyiagakan personil di berbagai titik persimpangan strategis. Rekayasa lalu lintas disiapkan secara dinamis dan situasional, berpatokan pada eskalasi serta kepadatan massa di lapangan.
Polda Metro Jaya mengimbau para pengguna jalan untuk mengantisipasi jalur-jalur terdampak dan mempertimbangkan rute alternatif yang telah disiapkan demi kelancaran mobilitas harian.
1. Skema Pengalihan Arus Sekitar Kawasan Gedung DPR/MPR RI (Jakarta Pusat – Jakarta Barat)
Bagi pengendara yang hendak melintas di koridor Gatot Subroto dan sekitarnya, berikut rute alihan yang direkomendasikan:
- Rute dari Simpang Semanggi menuju Slipi/Tomang:Para pengguna jalan yang datang dari arah Semanggi menuju Slipi atau Tomang diarahkan untuk mengambil jalur alternatif melalui Jalan HR Rasuna Said – Jalan Jenderal Sudirman – kawasan Benhil (Bendungan Hilir) – Pejompongan – Jalan Letjen S. Parman.
- Rute dari Jalan Gatot Subroto menuju Letjen S. Parman:Pengendara dari arah Gatot Subroto dapat memotong rute melalui Jalan Gerbang Pemuda – kawasan Patal Senayan – Jalan Tentara Pelajar tembus ke Jalan Letjen S. Parman.
2. Skema Pengalihan Arus Sekitar Kawasan Monumen Nasional / Monas (Jakarta Pusat)
Untuk mengurai kepadatan di sekitar Medan Merdeka dan Istana Negara, rute-rute utama diproyeksikan sebagai berikut:
- Akses dari Arah Jakarta Barat:Pengendara dari Jakarta Barat yang menuju area Monas dapat menggunakan rute Jalan Tomang Raya – Jalan Suryopranoto – Simpang Harmoni – kawasan Monas.
- Akses dari Arah Jakarta Selatan:Masyarakat dari arah Jakarta Selatan diimbau mengarahkan kendaraannya melalui jalur Jalan Kapten Tendean – Jalan HR Rasuna Said – Jalan HOS Cokroaminoto – Kawasan Tugu Tani – area Monas.
- Akses dari Arah Jakarta Timur:Pengendara dari kawasan Jakarta Timur dapat memanfaatkan lintasan Jatinegara – Jalan Kramat Raya – Tugu Tani – kawasan Monas.
Imbauan Menangkal Disinformasi dan Menjaga Semangat Kesatuan
Menutup keterangannya, Kombes Pol Budi Hermanto mengajak seluruh lapisan elemen masyarakat, media massa, serta peserta aksi untuk bersama-sama menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar atau hoaks yang berpotensi merusak kedamaian kota. Kepolisian berharap seluruh pihak dapat bersikap dewasa dalam berdemokrasi.
“Kami mengajak semua pihak mengedepankan sikap saling menghormati, menghindari kekerasan, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial maupun pesan berantai. Aspirasi masyarakat harus tetap mendapat ruang yang seluas-luasnya, sementara keselamatan dan kepentingan bersama juga wajib kita jaga. Inilah semangat Polisi Bersama Masyarakat dalam menjaga Jakarta tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi siapa saja,” tutur Kombes Pol Budi Hermanto.
Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi secara real-time dan menyampaikan informasi terbaru terkait lalu lintas maupun kondisi keamanan demi kenyamanan seluruh warga DKI Jakarta dan sekitarnya.
