JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online Bareskrim Polri berhasil membongkar sindikat judi daring berskala besar yang beroperasi di sebuah gedung di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Dalam operasi penggerebekan yang berlangsung pada Kamis (7/5) tersebut, petugas mengamankan ratusan pelaku yang didominasi oleh warga negara asing (WNA).
Peran Pelaku: Dari Marketing Hingga Penagih
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, mengungkapkan bahwa total terdapat 320 WNA yang terlibat dalam operasional ilegal ini. Mereka memiliki pembagian tugas yang terorganisir untuk menjalankan bisnis haram tersebut.
- Telemarketing: Menjaring pemain baru.
- Customer Service: Melayani kendala pengguna.
- Admin & Penagihan: Mengelola data serta melakukan penagihan kepada para pemain.
“Perannya bervariasi, mulai dari bagian administrasi, layanan pelanggan, hingga divisi penagihan,” ujar Brigjen Wira saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Minggu (10/5).
Keterlibatan Warga Negara Indonesia
Selain ratusan WNA, polisi juga menciduk seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga kuat menjadi bagian dari manajemen operasional sebagai customer service. Berdasarkan pemeriksaan awal, WNI tersebut diketahui memiliki pengalaman bekerja di Kamboja sebelum akhirnya bergabung dengan sindikat di Jakarta ini.
Pendalaman Barang Bukti
Saat ini, penyidik Bareskrim tengah melakukan analisis mendalam terhadap sejumlah barang bukti digital yang disita dari lokasi penggerebekan, antara lain:
- Unit komputer (PC) dalam jumlah besar.
- Perangkat komunikasi (ponsel/tablet).
- Perangkat keras pendukung jaringan lainnya.
Status Hukum dan Penahanan
Untuk proses hukum lebih lanjut, pihak kepolisian telah membagi penanganan para tersangka:
- 320 WNA: Saat ini dititipkan di kantor Imigrasi untuk pemeriksaan terkait izin tinggal dan prosedur deportasi/hukum internasional.
- 1 WNI: Resmi ditahan di Rutan Bareskrim Polri untuk penyidikan lebih lanjut.
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa sindikat judi online lintas negara masih terus berupaya menjadikan Jakarta sebagai basis operasional mereka. Polri berkomitmen untuk terus menelusuri aliran dana dan jaringan di atasnya.
