JAKARTA — Sejarah baru saja tercipta. Arsenal resmi mengunci takhta juara Premier League musim 2025/2026, mengakhiri dahaga gelar liga domestik yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Menariknya, kepastian ini lahir tanpa Arsenal harus memeras keringat di lapangan, melainkan berkat “bantuan” dari rival terdekat mereka, Manchester City.
Langkah The Citizens untuk mengejar posisi puncak resmi kandas setelah ditahan imbang 1-1 oleh AFC Bournemouth di Vitality Stadium pada Rabu (20/5) dini hari WIB.
Drama di Vitality Stadium Penentu Gelar
Dalam laga tersebut, Bournemouth sempat mengejutkan tim tamu dengan unggul lebih dulu lewat aksi Eli Junior Kroupi di menit ke-39. Manchester City yang tampil menekan sepanjang babak kedua baru bisa menyamakan kedudukan di masa injury time melalui gol Erling Haaland.
Meski selamat dari kekalahan, tambahan satu poin tidak cukup bagi skuad asuhan Pep Guardiola. Manchester City kini tertahan di peringkat kedua dengan 78 poin, selisih empat angka dari Arsenal. Dengan menyisakan satu pertandingan saja, perolehan poin The Gunners di puncak klasemen dipastikan sudah tidak mungkin terkejar.
Akhir dari Penantian Panjang Sejak Era ‘Invincibles’
Keberhasilan ini memicu perayaan emosional bagi jutaan pendukung Arsenal di seluruh dunia. Ini adalah trofi Liga Inggris pertama mereka sejak musim legendaris 2003/2004, saat klub meraih gelar dengan status The Invincibles (tak terkalahkan).
Setelah 22 tahun penuh pasang surut dan beberapa kali nyaris juara, konsistensi serta kerja keras armada Meriam London musim ini akhirnya membuahkan hasil tertinggi. Keberhasilan ini juga menjadi pembuktian magis bagi proyek jangka panjang Mikel Arteta. Kepercayaan penuh dari manajemen klub kepada Arteta dalam membangun skuad muda yang solid dan bermental juara kini telah terbayar lunas.
Peluang Emas Menuju Double Winner
Keberhasilan mengunci gelar lebih awal memberikan keuntungan strategis yang sangat besar bagi Arsenal. Akhir pekan ini, Arteta diprediksi akan merotasi skuad dan mengistirahatkan para pemain pilar saat menghadapi Crystal Palace di laga pamungkas Premier League.
Langkah ini krusial demi menjaga kebugaran tim menjelang laga final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG) pada 30 Mei mendatang. Dengan trofi liga yang sudah di tangan, fokus Arsenal kini sepenuhnya tertuju ke Eropa untuk mencoba menutup musim fantastis ini dengan kawin gelar (double winner).
