Frans Putros, Pemain Belakang Persib Bandung
BANDUNG — Kompetisi sepak bola kasta tertinggi tanah air resmi mengukir tinta emas. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Liga Indonesia dipastikan mengirimkan salah satu pemain aktifnya untuk berlaga di ajang paling bergengsi di bumi, Piala Dunia 2026.
Kepastian ini lahir setelah bek andalan Persib Bandung, Frans Putros, resmi masuk dalam daftar 26 pemain yang dipanggil oleh pelatih Timnas Irak, Graham Arnold. Pengumuman skuad resmi tersebut dirilis langsung melalui akun Instagram Timnas Irak untuk menyongsong putaran final yang akan digelar di Amerika Utara.
Langkah Irak di turnamen kali ini dipastikan tidak akan mudah. Frans Putros dan kolega tergabung di Grup I, yang sejauh ini dilabeli sebagai salah satu “grup neraka”. Mereka dijadwalkan bersua Norwegia pada laga pembuka (17 Juni), disusul laga berat kontra Prancis (23 Juni), dan ditutup dengan duel sengit melawan Senegal (27 Juni).
Persib Bandung Bakal Ketiban “Durian Runtuh”
Prestasi ini jelas menjadi kebanggaan luar biasa bagi Frans Putros pribadi, sekaligus bagi publik dan manajemen Maung Bandung. Namun, keuntungan yang didapat Persib tidak hanya sebatas reputasi. Klub kebanggaan Jawa Barat ini juga dipastikan bakal meraup keuntungan finansial yang sangat menggiurkan.
Pundi-pundi rupiah ini berasal dari program FIFA bernama Club Benefit Programme. Melalui skema ini, FIFA memberikan kompensasi finansial kepada klub-klub yang merelakan pemainnya bertanding di Piala Dunia.
Catatan Redaksi: Untuk edisi 2026, FIFA memperluas cakupan subsidi ini hingga ke klub yang melepas pemainnya sejak babak kualifikasi, dengan total anggaran subsidi global mencapai 355 juta dolar AS (setara Rp6 triliun).
Memecahkan “Mitos” Pemain Piala Dunia di Liga Indonesia
Hadirnya Frans Putros di Piala Dunia 2026 sekaligus memecahkan tren unik di sepak bola nasional. Selama ini, Liga Indonesia sebenarnya sering kedatangan alumni Piala Dunia. Nama-nama besar seperti Mario Kempes, Roger Milla, Michael Essien, Pierre Njanka, Didier Zokora, hingga Ivan Bosnjak pernah merumput di tanah air. Namun, status mereka saat itu adalah mantan penggawa timnas yang sudah melewati masa keemasannya.
Sebelum momentum Frans Putros, kompetisi Indonesia hanya hampir menyentuh level elite dunia lewat beberapa momen:
- Shane Smeltz (2017): Saat membela Borneo FC, ia dipanggil Timnas Selandia Baru untuk ajang Piala Konfederasi 2017 di Rusia.
- Gervane Kastaneer (2026): Mantan penggawa Persis Solo di paruh pertama musim 2025-2026 ini memang dipanggil Timnas Curacao untuk Piala Dunia 2026, namun statusnya saat ini sudah menjadi pemain klub Malaysia, Terengganu FC.
Dengan demikian, Frans Putros resmi berdiri sendiri sebagai pemain aktif Liga 1 pertama yang akan merasakan langsung atmosfer termegah sepak bola sejagat raya. Layak dinantikan bagaimana performa sang tembok pertahanan Persib ini saat berhadapan dengan striker-striker kelas dunia nanti.
