IHSG loyo pada hari senin (27-07-2026)
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan Senin, (27/7/2026). Pergerakan pasar saham domestik hari ini diwarnai oleh respons investor terhadap pengunduran diri mendadak Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia (BI), dinamika transisi kepemimpinan, serta sentimen eksternal yang membayangi pasar keuangan global.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada jeda sesi pertama, IHSG ditutup melemah 0,36% ke level 6.173,94. Indeks sempat dibuka di posisi 6.196,43 dan bergerak fluktuatif di rentang 6.144,27 hingga 6.219,42. Aktivitas perdagangan hari ini mencatat ada 332 saham melemah, 311 saham menguat, dan 322 saham stagnan.
Peredam Guncangan di Tengah Transisi BI
Managing Director of Research PT Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, berpandangan bahwa mundurnya Perry Warjiyo memicu kehati-hatian di kalangan pelaku pasar. Kendati demikian, penunjukan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas (Plt) dinilai krusial untuk meredam potensi kepanikan.
“Meskipun kepergiannya menimbulkan ketidakpastian administratif dalam waktu dekat, penunjukan cepat Wakil Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas berfungsi sebagai peredam guncangan untuk mencegah kepanikan pasar,” jelas Harry.
Ke depan, Harry menyebutkan ada tiga fokus utama yang akan dicermati oleh para investor:
- Konsistensi Kebijakan: Kelanjutan arah kebijakan moneter di bawah kepemimpinan transisi.
- Rapat Dewan Gubernur: Hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang dijadwalkan pada Agustus 2026 mendatang.
- Sinergi Fiskal-Moneter: Eratnya koordinasi antara bank sentral dan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan.
Tekanan Asing dan Faktor Eksternal
Dari sisi aliran dana, data PT Stockbit Sekuritas Digital mencatat aksi jual bersih (net foreign sell) investor asing sebesar Rp293,41 miliar. Angka ini berasal dari total pembelian asing senilai Rp2,17 triliun yang dibayangi oleh aksi penjualan sebesar Rp2,47 triliun.
Sementara itu, PT Phintraco Sekuritas dalam risetnya melihat bahwa koreksi IHSG juga tidak terlepas dari aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan sebagian investor. Sektor infrastruktur (IDXINFRA) menjadi penekan utama setelah merosot 1,42% ke level 1.783,67, berbanding terbalik dengan sektor transportasi (IDXTRANS) yang justru memimpin penguatan sebesar 0,75% ke level 1.659,38.
Selain isu domestik, Phintraco turut menyoroti sejumlah sentimen global yang menekan pasar, di antaranya:
- Konflik Geopolitik: Ketegangan yang terus berlanjut di Asia Barat berisiko menjaga harga minyak tetap tinggi dan memicu kembali tekanan inflasi global.
- Kebijakan Perdagangan AS: Pemberlakuan tambahan tarif impor sebesar 10% oleh Amerika Serikat terhadap produk-produk asal Indonesia.
Melihat kombinasi berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas mengingatkan bahwa IHSG memiliki potensi untuk menguji level support di kisaran 6.000 hingga 6.100 pada pekan depan apabila harga energi global belum menunjukkan tanda-tanda pelonggaran.
