Depok, Jawa Barat — Kebakaran melanda gudang ekspedisi milik JNE di kawasan Sukmajaya, Kota Depok, pada Minggu malam (26/4/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan kepanikan warga sekitar, meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Api mulai muncul sekitar pukul 22.10 WIB dan baru berhasil dipadamkan setelah lebih dari dua jam oleh petugas pemadam kebakaran yang mengerahkan sejumlah unit armada. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada instalasi bangunan.
Petugas juga sempat mengalami kendala saat proses pemadaman, seperti akses lokasi yang padat warga serta titik api yang berada di bagian atap bangunan. Selain itu, terdengar beberapa kali suara ledakan dari dalam gudang yang diduga berasal dari material mudah terbakar.
Seorang petugas Damkar menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran sekaligus menghitung total kerugian.
“Untuk kerugian belum bisa dipastikan, masih dalam tahap pendataan,” ujar petugas.
Meski belum ada angka resmi, berkaca dari kejadian serupa sebelumnya, kebakaran gudang JNE di Depok pernah menimbulkan kerugian besar hingga puluhan miliar rupiah dari barang pelanggan yang ikut terbakar, termasuk salah satu brand yang mengaku merugi sekitar Rp50 miliar.
Warga berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi sistem keamanan gudang, khususnya instalasi listrik, guna mencegah kejadian serupa terulang.
Pihak JNE sendiri hingga kini belum memberikan rincian resmi terkait total kerugian maupun jumlah paket yang terdampak dalam insiden terbaru ini.
