BEKASI – Sebuah rangkaian kecelakaan tragis mengguncang jalur rel di dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Insiden yang bermula dari sebuah kendala teknis kendaraan di perlintasan sebidang ini berkembang menjadi kecelakaan besar yang melibatkan dua rangkaian kereta api, menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan puluhan korban luka.
Efek Domino: Taksi Mogok yang Berujung Bencana
Kronologi bermula sekitar pukul 20.00 WIB. Sebuah mobil taksi (diketahui bermerek Green SM) dilaporkan mengalami mogok tepat di tengah perlintasan rel dekat Stasiun Bekasi Timur. Saat itu, sebuah rangkaian KRL rute Bekasi-Jakarta yang sedang melaju tak sempat menghindar dan menabrak mobil tersebut.
Akibat tabrakan pertama ini, perjalanan kereta di jalur tersebut mengalami gangguan teknis. Rangkaian KRL tersebut terhenti cukup lama di tengah jalur rel untuk proses pemeriksaan dan evakuasi awal.
Benturan Maut dari Belakang
Di saat rangkaian KRL masih dalam posisi berhenti darurat akibat menabrak taksi, situasi berubah menjadi horor. Kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di lintasan yang sama datang dari arah belakang.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat dan kondisi jalur yang tertutup, masinis KA Argo Bromo Anggrek tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan pengereman total. Benturan keras pun tak terhindarkan. Kereta cepat tersebut menghantam bagian belakang KRL yang sedang diam. Saksi mata di lokasi menggambarkan suara tabrakan tersebut sangat keras menyerupai ledakan.
Laporan Korban: 5 Meninggal Dunia, 79 Luka-Luka
Tragedi ini menelan korban yang tidak sedikit. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun hingga pagi ini, dilaporkan:
- 5 Orang Meninggal Dunia di lokasi kejadian (termasuk penumpang kereta).
- 79 Orang Luka-luka yang saat ini telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pihak PT KAI menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini dan memastikan proses evakuasi bangkai kereta dilakukan secepat mungkin guna menormalkan kembali jadwal perjalanan yang sempat lumpuh total.
Kondisi Kendaraan dan Korban
Mobil taksi Green SM tersebut dilaporkan ringsek pada bagian depan dan samping akibat hantaman keras. Tim evakuasi dari kepolisian setempat dan petugas KAI segera tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pendataan terkait kondisi pengemudi dan penumpang di dalam taksi tersebut. Ambulans telah dikerahkan ke lokasi untuk membawa korban ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan medis darurat.
Dampak Perjalanan Kereta
Akibat kecelakaan ini, operasional kereta api, terutama KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh yang melintasi jalur Bekasi, sempat mengalami keterlambatan signifikan.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan perjalanan pagi ini. Saat ini petugas sedang melakukan proses evakuasi bangkai kendaraan agar jalur dapat kembali normal secepatnya,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Pihak KAI kembali mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mendahulukan perjalanan kereta api dan tidak memaksakan diri melintas saat sirine sudah berbunyi atau palang pintu mulai turun, demi keselamatan bersama.
