JAKARTA – Layanan taksi listrik pendatang baru, Green SM (sebelumnya dikenal sebagai Xanh SM), tengah menjadi sorotan publik. Bukan karena teknologi ramah lingkungannya, melainkan karena serangkaian insiden berkendara yang dinilai ugal-ugalan dan membahayakan pengguna jalan lain.
Dalam beberapa pekan terakhir di tahun 2026, tagar terkait perilaku pengemudi Green SM mulai ramai menghiasi lini masa media sosial, bahkan terakhir menyebabkan kecelakaan kereta di Bekasi Timur, hal ini memicu diskusi hangat mengenai standar keamanan armada taksi listrik asal Vietnam ini.
Kronologi dan Pemicu Protes Masyarakat
Keluhan masyarakat mulai memuncak setelah beberapa video amatir beredar di platform TikTok dan Instagram. Video tersebut memperlihatkan unit mobil listrik khas berwarna hijau cyan milik Green SM melakukan manuver berbahaya di jalur protokol Jakarta.
Beberapa poin utama yang dikeluhkan oleh masyarakat antara lain:
- Pemotongan Jalur Mendadak: Banyak pengemudi dilaporkan sering berpindah jalur tanpa memberikan lampu sein, terutama saat mengejar pesanan atau titik penjemputan.
- Kecepatan Tinggi di Area Padat: Akselerasi instan mobil listrik seringkali disalahgunakan oleh oknum pengemudi untuk melaju kencang di area yang seharusnya terbatas.
- Insiden Kecelakaan: Beberapa laporan mencatat adanya insiden fisik, termasuk tabrakan di perlintasan sebidang yang sempat viral di Jakarta Pusat awal tahun ini.
Green XM Mogok menjadi penyebab insiden kecelakaan di dekat Stasiun Bekasi Timur
Sekitar pukul 22.00 WIB hari Kamis, 28 April 2026, sebuah unit taksi listrik Green SM dilaporkan menerobos palang pintu perlintasan di kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur yang mulai tertutup. Nahas, kendaraan tersebut tiba-tiba mati mesin (mogok) tepat di tengah rel.
- Kendala Evakuasi: Saksi mata di lokasi (seorang pengemudi ojek online) menyebutkan bahwa warga sempat berusaha mendorong taksi tersebut. Namun, karena sistem kendaraan listrik yang terkunci saat mati total (locked system), roda tidak dapat bergerak dan mobil gagal dievakuasi tepat waktu. Sopir berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum tabrakan pertama terjadi.
Respons Manajemen Green SM

Menanggapi gelombang protes tersebut, pihak manajemen Green SM Indonesia telah merilis pernyataan resmi melalui kanal Media sosialnya. Mereka berkomitmen untuk:
- Mendukung Proses Investigasi . Memberikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung proses investigasi yang sedang berlangsung.
- Meningkatkan Layanan: Memberikan komitmen untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas dan menjaga standar operasionalnya.
Namun pada pernyataan resminya tidak ada komitmen dari manajemen untuk memberikan sanksi yang tegas kepada pengemudinya yang ugal-ugalan bila terbukti dan tidak ada komitmen untuk memperbaiki proses rekruitmen drivernya yang cenderung ugal-ugalan di jalan, bahkan pada kanal media sosialnya saluran komentar ditutup.
Kesimpulan
Sebagai penyedia layanan transportasi masa depan yang mengusung konsep eco-friendly, Green SM memikul ekspektasi tinggi dari masyarakat. Insiden ugal-ugalan ini menjadi pengingat bahwa teknologi canggih tetap memerlukan kendali manusia yang bertanggung jawab di balik kemudi.
