JAKARTA – Bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), istilah “Desil” mungkin terdengar teknis. Namun, angka kecil ini sebenarnya adalah kunci utama di balik cair atau tidaknya bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH).
Kementerian Sosial (Kemensos) menggunakan pengelompokan Desil dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Lantas, masuk di kelompok manakah Anda? Mari kita bedah secara sederhana.
Apa Itu Desil?
Dalam konteks bansos, Desil adalah pengelompokan rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi mereka. Data ini diolah dari DTKS yang mencakup pemeringkatan dari kondisi paling rendah hingga paling tinggi.
Bayangkan seluruh penduduk Indonesia dibagi menjadi 10 kelompok sama besar (masing-masing 10%). Kelompok 1 adalah yang paling membutuhkan, sedangkan kelompok 10 adalah yang paling sejahtera.
Pembagian Kelompok Desil di Kemensos
Untuk penyaluran bantuan sosial seperti PKH dan Sembako (BPNT), pemerintah biasanya fokus pada kategori berikut:
- Desil 1 (Sangat Miskin): Rumah tangga yang berada dalam kelompok 10% terendah dengan tingkat kesejahteraan paling minim secara nasional.
- Desil 2 (Miskin): Rumah tangga yang berada di rentang 10-20% terendah.
- Desil 3 (Hampir Miskin): Rumah tangga di rentang 20-30% terbawah, masih sangat rentan terhadap guncangan ekonomi.
- Desil 4 (Rentan Miskin): Rumah tangga di rentang 30-40% terbawah, kelompok ini biasanya menjadi batas atas penerima manfaat bantuan reguler.
Catatan Penting: Umumnya, penerima PKH diprioritaskan bagi mereka yang berada di Desil 1 hingga Desil 3. Jika status ekonomi sebuah keluarga membaik dan naik ke Desil 5 atau lebih, maka secara otomatis mereka dianggap telah “lulus” atau graduasi dari kepesertaan bansos.
Mengapa Desil Bisa Berubah?
Banyak warga bertanya, “Kenapa tahun lalu cair, tapi tahun ini tidak?”. Jawabannya seringkali terletak pada dinamika data DTKS yang diperbarui setiap bulan melalui proses Verifikasi dan Validasi (Verval).
Ada beberapa faktor yang membuat posisi Desil seseorang bergeser:
- Perubahan Komponen: Adanya anggota keluarga yang sudah lulus sekolah atau meninggal dunia.
- Peningkatan Pendapatan: Hasil pantauan lapangan menunjukkan kondisi ekonomi rumah tangga meningkat (misal: renovasi rumah atau memiliki kendaraan baru).
- Data Padan Dukcapil: Ketidaksesuaian NIK atau data kependudukan lainnya yang membuat sistem “menangguhkan” status bantuan.
Cara Cek Status Desil dan Kepesertaan
Masyarakat dapat memantau status kepesertaan mereka secara mandiri melalui kanal resmi Kemensos untuk memastikan apakah nama mereka masih tercatat sebagai penerima manfaat:
- Situs Web: Kunjungi cekbansos.kemensos.go.id.
- Aplikasi: Unduh aplikasi “Cek Bansos” resmi di Play Store untuk fitur sanggah atau usul baru.
Kesimpulan
Memahami Desil bukan sekadar angka, melainkan cerminan keadilan sosial. Dengan sistem ini, pemerintah berusaha memastikan bahwa setiap rupiah bantuan PKH jatuh ke tangan mereka yang benar-benar membutuhkan sesuai urutan tingkat kesejahteraannya.
Bagi Anda yang merasa layak namun belum masuk dalam desil penerima, pastikan untuk melaporkan diri melalui musyawarah desa (Musdes) atau kelurahan agar data Anda diusulkan masuk ke dalam DTKS.
