JAKARTA, 18 Mei 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia langsung bergerak di zona merah sejak dimulainya sesi perdagangan pada Senin (18/5) pagi. Indeks domestik terus mengalami tekanan hebat hingga berisiko mendekati level 6.300-an.
Berdasarkan data dari RTI Business pada pukul 09.41 WIB, indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut terpangkas sebesar 3,66% ke posisi 6.476,91. Tak lama berselang, gelombang koreksi semakin mendalam hingga menyebabkan IHSG anjlok 4,02% ke level 6.452,97.
Pelemahan ini terbilang drastis mengingat IHSG sebenarnya memulai hari dari level 6.631,28 pada pembukaan perdagangan. Hingga pagi ini, volume perdagangan telah mencapai 10,25 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi yang dibukukan sebesar Rp 5,59 triliun, dari 832.322 kali frekuensi transaksi.
Geliat pasar didominasi oleh aksi jual, dengan rincian kondisi emiten sebagai berikut:
- Saham Melemah: 590 saham
- Saham Menguat: 86 saham
- Saham Stagnan: 61 saham
Dampak Rebalancing Indeks Global
Kemerosotan tajam pada awal pekan ini disinyalir merupakan kelanjutan dari sentimen negatif pasca pengumuman evaluasi berkala oleh dua penyedia indeks saham global terkemuka, MSCI dan FTSE Russell, pada Rabu (13/5) lalu. Sejak pengumuman tersebut dirilis, IHSG langsung terkapar minus 1,98% ke level 6.723,32.
Catatan Aliran Modal Asing: Pengumuman indeks global tersebut memicu aksi lepas saham oleh investor asing (net foreign sell) senilai Rp 1,53 triliun dalam satu hari. Aliran modal keluar ini kian memperlebar total aksi jual bersih investor asing di pasar saham domestik sepanjang tahun kaliber 2026 yang kini telah menembus angka Rp 40,82 triliun.
