PELANTIKAN AKBAR PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM KOMISARIAT FE, FISIP, DAN FST UNIVERSITAS TERBUKA JAKARTA PERIODE 2026-2027
JAKARTA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Pusat-Utara sukses menyelenggarakan Pelantikan Akbar Pengurus Komisariat se-Universitas Terbuka (UT) Jakarta untuk periode 2026-2027. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula KPU Jakarta Timur pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Pelantikan akbar ini menyatukan kepengurusan dari tiga komisariat besar di lingkungan Universitas Terbuka Jakarta, yaitu:
- HMI Komisariat FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) – Dipimpin oleh Ahmad Haitami selaku Ketua Umum.
- HMI Komisariat Ekonomi (Fakultas Ekonomi) – Dipimpin oleh Dinda Apriliani selaku Ketua Umum.
- HMI Komisariat FST (Fakultas Sains dan Teknologi) – Dipimpin oleh Asterina Akbariani selaku Ketua Umum.
Dengan mengusung tema “Rejuvenasi Kepemimpinan HMI Komisariat Se-Universitas Terbuka Menuju Komisariat Modern dan Progresif”, momentum ini diharapkan menjadi titik balik regenerasi kepemimpinan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa kehilangan nilai-nilai dasar perjuangan HMI.
Dorong Tata Kelola Organisasi yang Modern
Ketua Panitia Pelaksana, Abid Kholish L., dalam laporannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antar-komisariat ini merupakan langkah awal untuk membangun sinergi yang lebih kuat di lingkungan Universitas Terbuka Jakarta.
“Pelantikan bersama ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol persatuan dan kesiapan kami untuk membawa HMI di Universitas Terbuka menjadi organisasi yang lebih modern, inklusif, dan progresif dalam merespons tantangan akademis maupun sosial,” ujar Abid.
Stadium General: Menjawab Tantangan Zaman
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Stadium General yang menghadirkan narasumber utama, Kakanda Sabarudin, SE, MM, yang saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum Majelis Nasional KAHMI.

Dalam pemaparannya, Kakanda Sabarudin menekankan pentingnya konsep rejuvenasi (peremajaan) struktur berpikir dan tata kelola organisasi. Menurutnya, kader HMI di era digital harus mampu memanfaatkan teknologi untuk mentransformasikan komisariat menjadi wadah yang modern.
“Komisariat adalah ujung tombak perkaderan. Untuk menuju komisariat yang modern dan progresif, para pengurus baru harus memiliki kemandirian berorganisasi, literasi digital yang kuat, serta kepekaan sosial yang tinggi. Jangan pernah lelah berproses,” pesan Sabarudin di hadapan puluhan kader yang hadir.
Dengan resminya pelantikan ini, nahkoda baru HMI Komisariat FE, FISIP, dan FST UT Jakarta periode 2026-2027 siap memulai langkah taktis dan strategis demi kemajuan himpunan, umat, dan bangsa.
