Polri sita puluhan kg emas dan ratusan lembaran mata uang asing pada penggeledahan disebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor
JAKARTA – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bergerak cepat membongkar jaringan dugaan korupsi skala besar. Melalui skema joint investigation, tim gabungan melakukan penggeledahan serentak di 12 lokasi strategis dan berhasil mengamankan aset senilai ratusan miliar rupiah serta puluhan kilogram emas batangan.
Operasi besar-besaran ini berkaitan dengan tiga klaster kasus korupsi dan pencucian uang periode 2020–2025, yaitu:
- Dugaan korupsi pengadaan batu bara PLN yang sempat memicu pemadaman listrik total (blackout) di wilayah Sumatera.
- Kasus korupsi di tubuh PT ASABRI.
- Dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI (anak perusahaan BUMN Krakatau Steel).
Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, menegaskan bahwa rangkaian penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya hukum untuk mendalami dugaan suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Rincian Hasil Penggeledahan di Tiga Lokasi Utama
Dari 12 titik yang disasar, polisi merilis hasil penyitaan dari tiga lokasi utama di wilayah Cipete (Jakarta Selatan) dan Sentul (Bogor):
| Lokasi Penggeledahan | Barang Bukti yang Disita | Estimasi Nilai Konversi |
| Kafe de’Clan Signature (Cipete, Jaksel) | SGD 3.130.000, USD 889.965, Rp 259.159.000, dokumen, dan ponsel. | ± Rp 60 Miliar |
| Coin Money Changer (Cipete, Jaksel) | 16 jenis mata uang asing dan 71 item barang bukti lainnya. | ± Rp 7,2 Miliar |
| Rumah Mewah Sentul (Kab. Bogor) | 74 kg emas batangan, USD 4.767.300, SGD 14.083.800, Rp 100.000.000, dokumen, ponsel, serta foto keluarga/brankas. | ± Rp 476 Miliar |
Catatan: Total nilai uang tunai yang berhasil disita dan dikonversi ke mata uang Rupiah dari tiga lokasi tersebut mencapai lebih dari Rp 543 miliar.
12 Lokasi Penggeledahan Serentak
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa operasi ini dilakukan secara pararel di 12 titik berbeda. Hingga rilis ini dikeluarkan, proses penggeledahan di 10 lokasi lainnya masih terus berjalan secara intensif. Berikut daftar lengkap lokasinya:
- Kantor PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat
- Kantor Pusat PT CBS, Penjaringan, Jakarta Utara
- Kantor PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat
- Kediaman Sdr. MN, Serpong Utara, Tangerang Selatan
- Kafe de’Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan
- Coin Money Changer, Cipete Selatan, Jakarta Selatan
- Kediaman Sdr. TK, Mega Kuningan, Jakarta Selatan
- Kantor/Grup DMG/CP, Kuningan, Jakarta Selatan
- Kantor PT PML, Karet Kuningan, Jakarta Selatan
- Kediaman Sdr. DR, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan
- Apartemen Sdri. MILDK, Pacific Place, Jakarta Selatan
- Rumah Mewah di Kawasan Sentul, Kabupaten Bogor
Komitmen Penuh Atensi Presiden
Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa pembongkaran kasus korupsi kakap di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel ini menjadi atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Rangkaian penggeledahan serentak ini adalah langkah nyata kepolisian dalam mengumpulkan barang bukti guna pemenuhan berkas perkara. Ini merupakan komitmen penuh dan atensi langsung dari Bapak Presiden untuk menindak tegas segala bentuk tindak pidana korupsi di tanah air,” pungkas Budi.
Pihak kepolisian memastikan proses penyidikan akan terus dikembangkan guna melacak aliran dana lainnya serta menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam memiskinkan negara.
