Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan langkah pengawasan yang ketat terhadap industri perbankan nasional. Terhitung sejak Januari hingga Juli 2026, OJK secara resmi telah mencabut izin usaha dari 11 lembaga keuangan perbankan.
Dari total tersebut, dominasi penutupan terjadi pada sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR), yang mencakup sepuluh BPR konvensional serta satu entitas Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS). Langkah penertiban ini dilakukan secara bertahap demi menjaga kesehatan dan stabilitas sistem keuangan nasional.
Kronologi Pencabutan Izin Usaha Perbankan (Januari–Juli 2026)
Proses penataan ulang industri perbankan ini berlangsung secara konsisten sejak awal tahun dengan rincian linimasa sebagai berikut:
- Januari 2026: Kebijakan tegas OJK dibuka dengan pencabutan izin BPR Suliki Gunung Mas pada 7 Januari 2026, disusul oleh BPR Prima Master Bank pada 27 Januari 2026.
- Februari 2026: Pengawasan berlanjut dengan ditutupnya Perumda BPR Bank Cirebon (9 Februari 2026) dan BPR Kamadana (18 Februari 2026).
- Maret 2026: Dua entitas kembali berguguran, yakni BPR Koperindo Jaya pada 9 Maret 2026 dan BPR Pembangunan Nagari pada akhir bulan tepatnya 31 Maret 2026.
- April 2026: Memasuki triwulan kedua, izin BPR Sungai Rumbai resmi dicabut pada 7 April 2026.
- Juni 2026: Setelah sempat jeda pada bulan Mei, OJK kembali menindak BPR Ceper Permata Artha pada 25 Juni 2026.
- Juli 2026: Gelombang penutupan terbanyak pada bulan ini menyasar tiga lembaga sekaligus, yaitu BPR Dwicahaya Nusaperkasa (3 Juli 2026), BPR Mataram Mitra Manunggal (7 Juli 2026), serta satu-satunya bank syariah dalam daftar ini, yaitu BPR Syariah Hasanah Mandiri pada 16 Juli 2026.
Rekapitulasi Daftar 11 Bank yang Dicabut Izinnya (2026)
| No. | Nama Bank | Tanggal Pencabutan Izin |
| 1. | BPR Suliki Gunung Mas | 7 Januari 2026 |
| 2. | BPR Prima Master Bank | 27 Januari 2026 |
| 3. | Perumda BPR Bank Cirebon | 9 Februari 2026 |
| 4. | BPR Kamadana | 18 Februari 2026 |
| 5. | BPR Koperindo Jaya | 9 Maret 2026 |
| 6. | BPR Pembangunan Nagari | 31 Maret 2026 |
| 7. | BPR Sungai Rumbai | 7 April 2026 |
| 8. | BPR Ceper Permata Artha | 25 Juni 2026 |
| 9. | BPR Dwicahaya Nusaperkasa | 3 Juli 2026 |
| 10. | BPR Mataram Mitra Manunggal | 7 Juli 2026 |
| 11. | BPR Syariah Hasanah Mandiri | 16 Juli 2026 |
Catatan Pengawasan: Tindakan administratif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan OJK dalam memastikan bahwa seluruh lembaga jasa keuangan beroperasi secara sehat, pruden, dan mematuhi regulasi yang berlaku demi melindungi kepentingan nasabah serta masyarakat luas.
