Oyarzabal menjadi penentu kemenangan Spanyol atas Inggris di UEFA Nation League
BIDIKMASSA — Pertandingan sarat gengsi dan penuh intensitas tinggi tersaji di Stadion Wembley, London, pada Minggu (27/9/2026) dini hari WIB. Dalam duel pembuka Grup C UEFA Nations League musim 2026-2027, Tim Nasional Spanyol sukses mempermalukan tuan rumah Inggris dengan skor tipis 3-2. Kemenangan dramatis ini membuat La Furia Roja langsung mengamankan posisi puncak klasemen sementara grup dengan perolehan tiga poin penuh, sekaligus mengirim sinyal peringatan kepada para pesaing di benua biru.
Laga blockbuster yang mempertemukan dua raksasa sepak bola Eropa ini berjalan dalam tempo tinggi sejak peluit kick-off dibunyikan oleh pengadil lapangan. Baik Inggris, yang kini berada di bawah era baru kepelatihan Thomas Tuchel, maupun Spanyol besutan Luis de la Fuente, sama-sama menampilkan pendekatan taktik ofensif berbalut formasi andalan 4-2-3-1. Kendati demikian, efektivitas lini depan, ketenangan dalam mengambil keputusan di kotak penalti, serta mentalitas juara menjadi pembeda utama yang mengunci hasil akhir pertandingan penuh gengsi ini.
Petaka Dini Hari dan Aksi Kilat Lamine Yamal
Kejutan luar biasa langsung terjadi ketika pertandingan di hadapan puluhan ribu suporter tuan rumah tersebut baru berjalan dua menit. Spanyol secara mengejutkan berhasil membuka keunggulan kilat lewat aksi memukau dari wonderkid Barcelona, Lamine Yamal.
Gol cepat tersebut berawal dari upaya The Three Lions yang mencoba membangun serangan dari lini belakang secara rapi. Sial bagi Inggris, bek tengah Marc Guehi melakukan kesalahan elementer saat menguasai bola di area pertahanan sendiri. Dengan insting predator yang tajam, Yamal langsung membaca situasi, merebut si kulit bulat, dan meluncur sendirian tanpa hambatan menuju kotak penalti.
Meski Guehi bergegas mengejar untuk menebus kesalahannya, penyerang muda berbakat itu tetap menunjukkan ketenangan tingkat tinggi di bawah tekanan. Sepakan terarahnya sempat membentur tiang gawang sebelum akhirnya bersarang mulus di jala James Trafford. Papan skor langsung berubah 1-0, mengejutkan publik Wembley dan mengubah total rencana taktik Thomas Tuchel di pinggir lapangan.
Tertinggal di menit-menit awal memaksa skuad The Three Lions untuk keluar menyerang lebih agresif. Inggris merespons ketertinggalan tersebut dengan mendominasi penguasaan bola serta membangun alur serangan yang terorganisir rapi dari lini kedua.
Hasilnya, publik Wembley akhirnya bergemuruh pada menit ke-36. Sebuah skema serangan balik cepat yang dirangkai dengan visi permainan tingkat tinggi menjadi motor kebangkitan Inggris. Anthony Gordon memberikan sentuhan cerdas yang membuka ruang bagi Jude Bellingham untuk melakukan penetrasi menusuk jantung pertahanan Spanyol. Gelandang kreatif milik Real Madrid itu kemudian mengembalikan bola lewat umpan terukur kepada Gordon, yang tanpa ampun langsung mengonversinya menjadi gol penyeimbang. Skor pun berubah imbang 1-1 dan membangkitkan kembali asa publik tuan rumah.
Momentum positif itu berlanjut hanya berselang empat menit kemudian. Pada menit ke-40, Inggris secara luar biasa berbalik unggul 2-1. Berawal dari umpan tarik matang yang dilepaskan oleh Nico O’Reilly di sisi lapangan, Harry Kane menyambut bola dengan sundulan terarah ke dalam kotak penalti. Bola sempat mengenai kaki Marc Cucurella yang berniat melakukan blok penyelamatan, namun justru berbelok arah secara drastis dan mengecoh kiper Unai Simon. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan tipis 2-1 bagi tuan rumah.
Babak Kedua: Drama Penalti yang Terbuang dan Kebangkitan La Furia Roja
Memasuki paruh kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat drastis. Kedua tim sama-sama memeragakan sepak bola terbuka yang memanjakan mata penonton. Inggris memiliki kans emas untuk memperlebar jarak pada menit ke-53 setelah wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran di area terlarang.
Harry Kane maju sebagai algojo utama penendang penalti dengan beban harapan besar di pundaknya. Sayangnya, alih-alih merobek jala gawang, sepakan keras penyerang berpengalaman itu justru membentur keras mistar gawang Spanyol. Kegagalan penalti ini menjadi titik balik krusial yang mengubah momentum pertandingan secara keseluruhan, memupus peluang Inggris untuk mematikan laga lebih cepat.
Spanyol, yang berhasil lolos dari lubang jarum, langsung memanfaatkan situasi dengan meningkatkan intensitas tekanan lini tengah. Pelatih Luis de la Fuente melakukan pergantian taktis yang jitu dengan memasukkan Alex Baena dan Mikel Oyarzabal guna menyegarkan lini serang La Furia Roja.
Perubahan taktis tersebut langsung membuahkan hasil manis pada menit ke-60. Dani Olmo dengan jeli membaca dan memotong back pass ceroboh dari pemain bertahan Inggris. Tanpa buang waktu, Olmo mengirimkan operan matang ke tengah kotak penalti, tempat Alex Baena berdiri bebas tanpa pengawalan ketat. Dengan penyelesaian akhir yang dingin dan akurat, Baena mengarahkan bola ke sudut kanan gawang, memaksa kedudukan kembali imbang 2-2.
Gol penyeimbang tersebut tampak meruntuhkan mentalitas bertahan Inggris sekaligus memompa semangat juang tim tamu. Spanyol semakin leluasa mendikte tempo permainan lewat kombinasi umpan-umpan pendek cepat di area half-space yang melibatkan kreativitas Pedri dan pergerakan lincah Lamine Yamal.
Puncak keunggulan Spanyol hadir pada menit ke-74. Mikel Oyarzabal mencatatkan namanya di papan skor setelah melepaskan tembakan terukur dan akurat dari dalam kotak penalti yang gagal dijangkau sepenuhnya oleh James Trafford. Gol kedua Oyarzabal di laga ini membawa La Furia Roja berbalik unggul 3-2 atas tuan rumah.
Di sisa waktu pertandingan, Inggris berusaha keras menyamakan kedudukan melalui gelombang serangan bertubi-tubi. Pada menit ke-79, Lamine Yamal nyaris memperlebar keunggulan Spanyol lewat sepakan keras dari luar kotak penalti usai bekerja sama apik dengan Pedri, namun bola masih melambung tipis di atas mistar.
Inggris hampir menciptakan keajaiban di masa injury time babak kedua ketika Jude Bellingham melepaskan tendangan jarak dekat yang sangat berbahaya. Namun, ketangguhan mental dan refleks gemilang Unai Simon di bawah mistar gawang Spanyol berhasil mematahkan peluang emas terakhir tersebut.
Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, skor 3-2 untuk kemenangan Spanyol tetap bertahan tanpa berubah. Hasil positif ini memberikan modal moral yang sangat berharga bagi juara bertahan Eropa tersebut untuk melangkah lebih jauh di ajang UEFA Nations League, sementara Inggris asuhan Thomas Tuchel harus segera melakukan evaluasi menyeluruh jelang pertandingan berikutnya.
Susunan Pemain
Inggris (4-2-3-1): James Trafford (PG); Jarell Quansah, Ezri Konsa, Marc Guehi (Branthwaite 89′), Nico O’Reilly; Elliot Anderson, Myles Lewis-Skelly (Garner 70′); Bukayo Saka (Gibbs-White 83′), Jude Bellingham, Anthony Gordon (Rogers 70′); Harry Kane (Calvert-Lewin 83′). Pelatih: Thomas Tuchel.
Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon (PG); Eric Garcia, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Fabian Ruiz (Pedri 70′); Lamine Yamal, Dani Olmo (Merino 82′), Nico Williams (Baena 55′); Ferran Torres (Oyarzabal 55′). Pelatih: Luis de la Fuente.
