JAKARTA, 11 OKTOBER 2026 — Sebuah babak baru dalam peta gerakan pemuda dan mahasiswa kawasan timur Indonesia resmi dimulai. Berlokasi di Coffee Libong, Jalan Garuda, Kemayoran, Jakarta Pusat, organisasi kepemudaan berbasis kedaerahan dan kebangsaan, Garda Pemuda Mahasiswa Kepulauan Timur Nusantara (GPMKTN), secara resmi menggelar acara Deklarasi Nasional pada Minggu sore, 11 Oktober 2026.
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh rasa persaudaraan ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari jajaran badan pengurus, simpatisan, perwakilan organisasi kepemudaan, serta unsur mahasiswa perantauan asal Indonesia Timur. Seluruh jajaran pengurus dan kader tampak kompak mengenakan kemeja berwarna putih sesuai instruksi organisasi, yang melambangkan kesucian niat, ketulusan perjuangan, serta kesatuan tekad dalam mengawal masa depan kawasan timur Indonesia.
Dengan mengusung moto dan tema besar “Bersatu Mengawal Daerah, Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik”, GPMKTN hadir sebagai wadah taktis sekaligus strategis bagi konsolidasi ide, gagasan, dan gerakan anak muda asal Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Tanah Papua yang saat ini menempuh pendidikan maupun berkarir di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Melintasi Batas Geografis: Menghimpun Maluku, NTT, hingga Papua
Indonesia Timur dikenal dengan kekayaan alamnya yang melimpah, keindahan bahari yang memukau, serta keberagaman budaya yang sangat kaya. Namun, di sisi lain, kawasan ini masih dihadapkan pada berbagai tantangan pembangunan, seperti ketimpangan infrastruktur, akses pendidikan bermutu, keterbatasan fasilitas kesehatan, serta pengelolaan sumber daya alam yang belum sepenuhnya berpihak pada kesejahteraan masyarakat lokal.
Lahirnya Garda Pemuda Mahasiswa Kepulauan Timur Nusantara (GPMKTN) menjadi respon konkrit atas berbagai realitas sosial-ekonomi tersebut. GPMKTN secara khusus dibentuk untuk melintasi sekat-sekat kedaerahan yang selama ini sering kali memisahkan gerakan pemuda di tingkat lokal. Organisasi ini berhasil menyatukan dan menghimpun potensi pemuda dari seluruh jangkauan kepulauan timur, mulai dari gugusan kepulauan Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga belahan timur Nusantara di Pulau Papua.
Struktur kepemimpinan nasional GPMKTN untuk periode perdana ini dinakhodai oleh figur-figur muda yang memiliki rekam jejak kepemimpinan dan dedikasi tinggi:
- Ketua Umum: Iman Parman
- Sekretaris Jenderal: Tarif Solissa
- Bendahara Umum: Teus Tabuni
Komposisi pimpinan inti ini mencerminkan keterwakilan geografis dan keterikatan emosional dari wilayah-wilayah utama di Indonesia Timur, yang diharapkan mampu mengorkestrasi potensi mahasiswa dan pemuda secara solid dan berkelanjutan.
Rangkaian Acara dan Pembacaan Naskah Deklarasi
Sesuai dengan agenda resmi (rundown) yang dirilis oleh Seksi Acara, prosesi deklarasi dimulai tepat pada pukul 17.30 WIB dengan suasana penuh antusiasme. Rangkaian acara dibuka secara formal oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang digemakan secara lantang oleh seluruh hadirin.
Puncak acara ditandai dengan Pembacaan Naskah Deklarasi GPMKTN yang dibacakan langsung secara tegas dan berwibawa oleh Sekretaris Jenderal GPMKTN, Tarif Solissa. Dalam pembacaan naskah deklarasi tersebut, ditegaskan komitmen moral dan politik organisasi untuk menjadi benteng terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI, mengawal kebijakan pembangunan di daerah asal, serta memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat di kawasan timur Indonesia.
Setelah pembacaan naskah deklarasi, acara dilanjutkan dengan sesi sambutan dari Ketua Umum GPMKTN, Iman Parman. Dalam pidato kebangsaannya, Iman Parman menegaskan bahwa keberadaan pemuda dan mahasiswa perantauan di Jakarta harus memiliki nilai tambah yang signifikan bagi tanah kelahiran mereka.
“GPMKTN tidak dirancang hanya sekadar sebagai organisasi paguyuban atau tempat berkumpul rutinitas perantau semata. Kami mendirikan wadah ini sebagai garda terdepan gerakan pemikiran, advokasi sosial, serta pengawalan terhadap kebijakan publik di kawasan timur Indonesia. Anak-anak muda Maluku, NTT, dan Papua harus bersatu padu. Kita tidak boleh lagi berjalan sendiri-sendiri, karena tantangan masa depan memerlukan kolaborasi dan sinergi yang kokoh,” papar Iman Parman di hadapan ratusan kader.
Apresiasi dan Dukungan Penuh dari Tokoh-Tokoh Indonesia Timur

Momentum deklarasi ini semakin berbobot dengan kehadiran jajaran tokoh senior, intelektual, dan pimpinan masyarakat asal Indonesia Timur yang menetap di Jakarta. Di antara tokoh nasional yang hadir memenuhi undangan adalah Umar Kei, Dr. Syukur Mandar, serta Dr. La Bayoni, S.Ip., M.Si., beserta sejumah senior dan tokoh adat lainnya.
Kehadiran para tokoh ini memberikan dorongan moral dan legitimasi sosial yang sangat kuat bagi keberadaan GPMKTN sebagai wadah perjuangan generasi muda. Para senior tidak hanya memberikan ucapan selamat, tetapi juga menyampaikan pandangan strategis, masukan konstruktif, serta Orasi Kebangsaan yang membakar semangat para mahasiswa dan pemuda yang hadir.
Tiga Pesan Strategis Dewan Pembina: Umar Kei

Sebagai salah satu tokoh senior Indonesia Timur yang duduk di struktur Dewan Pembina GPMKTN, Umar Kei menyampaikan orasi kebangsaan dan pengarahan khusus yang sangat bernas. Dalam arahannya, Umar Kei menggarisbawahi tiga poin penting yang wajib menjadi perhatian dan pedoman bagi seluruh jajaran pengurus GPMKTN dalam menjalankan roda organisasi ke depan:
1. Pelaksanaan Pelantikan Pengurus di Tempat yang Pantas dan Bermartabat
Umar Kei meminta agar setelah prosesi deklarasi ini, panitia dan pengurus segera mempersiapkan agenda Pelantikan Resmi Jajaran Pengurus GPMKTN dengan perencanaan yang matang. Ia menekankan bahwa acara pelantikan harus dilaksanakan di tempat yang pantas, layak, dan representatif. Hal ini penting untuk menunjukkan eksistensi, marwah, serta profesionalisme pemuda Indonesia Timur di mata publik nasional maupun pemerintah pusat.
2. Keterwakilan Inklusif Kebhinekaan dan Keagamaan
Salah satu poin paling krusial yang ditekankan oleh Umar Kei adalah menjaga semangat inklusivitas dan pluralisme di dalam tubuh organisasi. Ia secara tegas mensyaratkan agar struktur kepemimpinan dan kepengurusan GPMKTN harus mencerminkan serta merepresentasikan seluruh keberagaman agama yang ada di Indonesia Timur baik Islam, Kristen Protestan, Katolik, maupun kepercayaan lainnya. Menurutnya, persatuan yang sejati hanya bisa dibangun di atas rasa saling menghormati dan keterwakilan yang adil tanpa membeda-bedakan suku maupun keyakinan.
3. Kontribusi Konkrit dan Berkelanjutan bagi Masa Depan Daerah
Umar Kei berharap agar GPMKTN tidak menjadi organisasi yang pasif atau sekadar berwacana. Ia mendorong agar GPMKTN mampu melahirkan program kerja nyata yang memberikan kontribusi langsung bagi kemajuan pembangunan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta kesejahteraan masyarakat di wilayah Maluku, NTT, dan Papua.
“Pemuda adalah agen perubahan dan harapan masa depan. Oleh karena itu, jajaran pimpinan GPMKTN harus mampu merangkul semua elemen agama dan suku yang ada di Indonesia Timur. Tempatkan persatuan di atas segala-galanya, buatlah acara pelantikan nanti di tempat yang bermartabat, dan buktikan bahwa pemuda Indonesia Timur mampu memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan bangsa dan tanah lahir kita,” tegas Umar Kei dalam orasi kebangsaannya.
Arah Gerak dan Markas Sekretariat Strategis
Untuk mendukung operasional dan roda organisasi agar berjalan secara tertib dan profesional, GPMKTN telah menetapkan markas Sekretariat Pusat yang berlokasi di lokasi strategis Ibu Kota:
- Alamat Sekretariat Pusat: Jl. Pemuda 1 No. 01A, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.
Sekretariat ini nantinya akan difungsikan sebagai pusat kajian strategis, laboratorium pemikiran mahasiswa, tempat konsolidasi organisasi, serta pusat layanan advokasi sosial bagi pemuda dan mahasiswa kawasan timur Indonesia yang membutuhkan pendampingan di Jakarta.
Rangkaian acara deklarasi diakhiri dengan pembacaan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberhasilan perjuangan organisasi, dilanjutkan dengan ramah tamah serta sesi foto bersama antara tokoh-tokoh senior, pengurus inti, dan seluruh peserta yang hadir. Seluruh agenda kegiatan berlangsung lancar, aman, damai, dan penuh dengan semangat kebersamaan.
TENTANG GARDA PEMUDA MAHASISWA KEPULAUAN TIMUR NUSANTARA (GPMKTN)
Garda Pemuda Mahasiswa Kepulauan Timur Nusantara (GPMKTN) adalah organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan independen yang menghimpun pemuda, mahasiswa, dan intelektual muda asal wilayah Kepulauan Timur Indonesia (meliputi Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Papua). Berkedudukan di Jakarta, GPMKTN berkomitmen untuk menjadi wadah persatuan, pembinaan kepemimpinan, advokasi hak-hak masyarakat daerah, serta pengawal kebijakan pembangunan demi terwujudnya masa depan Indonesia Timur yang lebih sejahtera, adil, dan bermartabat.
