Dunia akuntansi Indonesia sedang punya hajatan besar. Mulai 1 Januari 2025, standar lama yang kita kenal sebagai SAK ETAP (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik) resmi dipensiunkan. Penggantinya? SAK Entitas Privat (SAK EP).
Mengapa ini penting? Karena standar ini akan menjadi “bahasa baru” bagi jutaan perusahaan di Indonesia dalam melaporkan kondisi keuangannya.

1. Kenapa Harus Ganti Baju?
SAK ETAP sudah menemani kita sejak tahun 2009. Namun, dalam 15 tahun terakhir, cara kita berbisnis sudah berubah drastis. SAK ETAP dianggap terlalu sederhana dan tidak lagi mampu mencerminkan realitas bisnis modern secara akurat.
SAK Entitas Privat hadir sebagai titik tengah yang sempurna. Ia lebih canggih dari SAK ETAP, tapi tidak serumit SAK Internasional (Full PSAK) yang digunakan oleh perusahaan terbuka (Tbk).
2. Apa Saja yang Berubah? (High-Level)
Jika diibaratkan ponsel, transisi ini seperti beralih dari ponsel fitur ke smartphone. Ada beberapa fitur baru yang sangat krusial:
- Laporan Laba Rugi yang Lebih Detail: Sekarang ada istilah Penghasilan Komprehensif Lain. Artinya, perubahan nilai aset tertentu yang belum terealisasi kini harus dipampang nyata di laporan keuangan.
- Pajak Tangguhan (Deferred Tax): Di SAK ETAP, kita hanya mencatat pajak yang dibayar ke kas negara. Di SAK EP, kita harus menghitung potensi beban atau manfaat pajak di masa depan akibat perbedaan aturan akuntansi dan pajak.
- Aset Tetap Bisa Revaluasi: Dulu, gedung atau tanah hanya dicatat berdasarkan harga beli (biaya historis). Sekarang, perusahaan boleh menggunakan nilai pasar terkini (revaluasi) agar neraca terlihat lebih “segar” dan sesuai realitas.
3. Siapa yang Terpengaruh?
SAK EP ditujukan untuk entitas privat, yaitu perusahaan yang:
- Tidak punya kewajiban lapor ke otoritas pasar modal (tidak go public).
- Menerbitkan laporan keuangan untuk pihak luar seperti bank, pemegang saham, atau Direktorat Jenderal Pajak.
4. Tantangan Transisi: Siap-Siap Repot di Awal
Transisi ini tidak bisa dilakukan mendadak saat tutup buku di akhir tahun 2025. Ada konsep Penerapan Retrospektif. Artinya, Anda harus menyajikan saldo awal tahun 2025 seolah-olah Anda sudah menggunakan SAK EP sejak tahun-tahun sebelumnya.
Ini memerlukan rekonsiliasi data yang cukup teliti, terutama pada akun-akun instrumen keuangan dan aset tetap.
5. Kesimpulan: Langkah Maju Menuju Standar Global
Meskipun terlihat menantang di awal, penggunaan SAK EP akan membuat laporan keuangan perusahaan Anda lebih “berwibawa” di mata investor dan perbankan, karena standar ini sudah berkiblat pada IFRS for SMEs yang diakui secara internasional.
