JAKARTA – Karya terbaru dari sutradara kenamaan Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale, film dokumenter investigatif berjudul “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, mulai menyapa publik. Berbeda dengan film arus utama, dokumenter ini memilih jalur distribusi gerilya melalui skema Nonton Bareng (Nobar) komunitas di berbagai wilayah Indonesia.
Sinopsis: Menelisik Luka di Tanah Papua
Film berdurasi 95 menit ini memotret realitas pahit yang dihadapi masyarakat adat di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. “Pesta Babi” bukan sekadar judul, melainkan representasi simbolis tradisi suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu yang kini terhimpit oleh ekspansi industri berskala besar.
Melalui lensa kamera, penonton diajak menyaksikan bagaimana hutan adat dan ruang hidup masyarakat lokal perlahan bertransformasi menjadi proyek perkebunan serta bioenergi atas nama ketahanan pangan dan transisi energi. Film ini menjadi saksi bisu perjuangan masyarakat adat dalam menjaga kedaulatan tanah leluhur mereka.
Panduan Menonton dan Prosedur Nobar Mandiri
Saat ini, “Pesta Babi” tidak tersedia di bioskop komersial maupun platform streaming seperti Netflix atau YouTube. Publik hanya dapat menyaksikannya melalui agenda pemutaran yang diinisiasi oleh kelompok warga atau organisasi lokal.
Bagi masyarakat yang ingin mengorganisir pemutaran mandiri, Ekspedisi Indonesia Baru selaku penyelenggara resmi membuka pendaftaran secara daring. Berikut adalah ketentuan yang perlu diperhatikan:
- Pendaftaran: Penyelenggara wajib mengisi formulir resmi melalui tautan yang disediakan oleh Ekspedisi Indonesia Baru.
- Jumlah Peserta: Minimal dihadiri oleh 10 orang.
- Publikasi: Wajib membagikan informasi kegiatan di media sosial dengan menandai akun resmi penyelenggara serta menyertakan tagar #PestaBabi dan #PapuaBukanTanahKosong.
- Keamanan Konten: Film dilarang keras untuk direkam atau disebarluaskan kembali dalam bentuk apa pun.
- Pelaporan: Dokumentasi acara wajib dikirimkan kepada panitia pusat sebagai bentuk transparansi kegiatan.
Setelah pendaftaran diverifikasi dan disetujui, penyelenggara akan mendapatkan tautan akses film maksimal dua hari (H-2) sebelum jadwal pemutaran dimulai.
Perjalanan Distribusi Global
Sebelum masuk ke jaringan komunitas lokal, dokumenter ini telah menempuh perjalanan internasional. Setelah sukses menggelar Gala Premiere di Taman Ismail Marzuki pada 12 April 2026, film ini diputar di Wolf Kino (Jerman) pada 14 April dan Columbia University (Amerika Serikat) pada 25 April lalu.
Masyarakat yang ingin mengetahui jadwal Nobar terdekat di kotanya atau berniat mengajukan permohonan pemutaran disarankan untuk memantau akun Instagram resmi @idbaruid.
